image_not_found

BERPIKIR POSITIF UNTUK MEWUJUDKAN KEINGINAN

Selly, S.Psi., M.Psi., Psikolog (psikolog @ruangtumbuh.id)

Rilis pada tahun 2006, buku The Secret merupakan karya Rhonda Byrne yang menjelaskan tentang hukum tarik-menarik atau The Law of Attraction. Disebutkan bahwa pikiran utama atau sikap mental bersifat magnetis dan memilliki frekuensi. Pikiran memiliki kekuatan untuk menarik hal serupa yang berada di frekuensi yang sama. Rahasia ini diharapkan dapat menghadirkan kegembiraan pada berbagai aspek kehidupan – keuangan, relasi, kesehatan, dan setiap interaksi di dunia.

Menjadi penting untuk mengetahui apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan. Pikiran dan emosi saling mempengaruhi. Pikiran yang positif akan memberikan perasaan tenang atau emosi yang nyaman, begitu juga dengan emosi yang dapat mempengaruhi pikiran. Ketika kita merasakan emosi yang kuat, kita cenderung melakukan sesuatu dengan penuh semangat. The Secret menyebutkan tiga langkah kreatif untuk mewujudkan keinginan yaitu: Meminta, Percaya, dan Menerima. Rasa syukur dan visualisasi sebagai dua proses rahasia yang paling kuat untuk membantu mewujudkannya.

Dari segi keilmuan, Law of Attraction termasuk dalam pseudosains atau ilmu semu. Meskipun mendapatkan kritik, terdapat pesan yang dapat mengarahkan kita untuk fokus memikirkan hal baik yang menjadi tujuan. Mengutip ungkapan dari Plato – seorang filsuf Yunani “Reality is created by the mind, we can change our reality by changing our mind.”. Di sisi lain, pendekatan Psikologi Positif membuat sebuah gerakan psikologi yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan mengoptimalkan fungsi manusia melalui pengembangan hal-hal positif yang dimiliki oleh individu tersebut.

Kita perlu menyadari apa yang sedang dipikirkan. Pikiran bukan hanya aktivitas mental, tetapi juga dapat mempengaruhi energi. Disebutkan bahwa pikiran positif cenderung menarik pengalaman yang positif pula. Hal ini mendorong untuk tetap berpikir positif dalam berbagai situasi. Melakukan visualisasi mengenai hal yang diinginkan dapat menjaga fokus pada suatu tujuan. Memiliki tujuan yang jelas dapat mendorong seseorang untuk lebih produktif dalam mewujudkannya. Keyakinan bahwa sesuatu yang baik akan menarik hal baik dapat mendorong seseorang untuk mengembangkan relasi yang positif di lingkungan.

Dari pesan ini juga mendorong untuk memberikan afirmasi positif pada diri sendiri melalui monolog menggunakan kalimat-kalimat yang baik (positive self talk). Hal ini dapat berpengaruh pada pikiran, perasaan, dan perilaku. Selain itu, merasa sudah memiliki apa yang diinginkan berkaitan dengan konsep bersyukur yang dalam Psikologi Positif dijelaskan sebagai respon emosional  yang   dapat mengubah pandangan seseorang dan memberikan dampak positif bagi hidupnya.

Untuk menjaga kesehatan mental diperlukan “positivity” yang sifatnya membangun. Bukan sekedar kata-kata positif, melainkan belajar mengenal, menerima, dan membingkai ulang emosi. Perasaan yang terkelola dengan baik dapat membantu untuk berpikir positif dan mengarahkan pada perilaku yang dapat mengembangkan potensi yang kita miliki untuk mendekatkan pada hal-hal baik di sekitar.


Referensi:

- Byrne, R. (2007). The Secret (Purwoko, S, Penerjemah). Gramedia Pustaka Utama.

- Farber, N. (2016). The Truth About the Law of Attraction. Psychology Today. Diakses 22 Oktober 2023 dari https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-blame-game/201609/the-truth-about-the-law-attraction

- Garvin. (2019). Psikologi Positif: Mengeksplorasi Manusia Melalui Sisi Positif. Buletin KPIN. Diakses 22 Oktober 2023 dari https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/400-psikologi-positif