BOLEH BERLARI NAMUN JANGAN LUPA UNTUK BERISTIRAHAT
Melisa, M.Psi, Psikolog (ruangtumbuh.id)
Dinamika kehidupan kerja saat ini sangatlah berkembang dengan tuntutan dan tantangan yang semakin besar, sehingga tak dapat dipungkiri bahwa sebagian pekerja mengalami kendala dalam mengelola waktu dan energinya dalam menjalani kehidupan pekerjaan dan kehidupan personalnya. Disisi lain, adanya kemajuan teknologi dapat menghubungkan komunikasi dengan cara yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, misalnya dengan pertemuan atau rapat yang sebelumnya hanya dapat dilakukan di kantor, saat ini sudah dapat dilakukan dengan lebih fleksibel secara daring. Hal ini pastinya turut mengubah pola dalam bekerja, sehingga waktu dan tempat saat bekerja yang sebelumnya memiliki batas yang jelas, saat ini sudah relatif berbeda, bahkan terkadang dapat mengambil porsi waktu kehidupan personal. Tanpa disadari, perubahan ini membuat seorang pekerja merasa terperangkap dalam kehidupan kerjanya tanpa menikmati pekerjaannya itu sendiri. Selain itu, adanya beban kerja yang padat dan kompleks turut mempengaruhi seorang pekerja. Tidak hanya secara fisik, namun juga dalam aspek kesehatan mental yang dapat terimbas dari munculnya perasaan jenuh dan stres dari kehidupan kerjanya tersebut.
Berbicara mengenai kesehatan mental merupakan segala kondisi yang meliputi kesejahteraan psikologis, emosional, dan sosial, yang mana turut mempengaruhi cara seseorang dalam berpikir, merasa dan bertindak. Kesehatan mental juga menentukan cara seseorang dalam menghadapi permasalahan, menentukan pilihan, dan mengelola stress yang dihadapinya. Kesadaran mengenai kesehatan mental sangatlah penting, karena dengan memiliki mental yang sehat maka seseorang dapat menyadari setiap potensi yang dimilikinya, dapat bekerja secara produktif, mampu mengelola stress dan mencari solusinya, serta mampu berperan dalam lingkungan sosialnya. Bercermin dari kondisi tersebut, maka perlu disadari bahwa penting sekali untuk menjaga kesehatan mental, yang mana salah satu caranya dengan menyederhanakan kehidupan kerja yang sedang dijalani.
Konteks “kehidupan kerja” ini tidak hanya terbatas pada waktu yang habiskan di tempat kerja atau dalam melakukan pekerjaan, namun juga melihat kualitas waktu dalam bekerja. Kehidupan kerja secara ideal meliputi beberapa aspek, antara lain adanya perasaan kepuasan pribadi dalam bekerja, ketuntasan dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai target, kemampuan untuk menavigasi kompleksitas organisasi kerja, memahami peran dalam pekerjaan, mampu bersinergi dan berkolaborasi dengan sesama rekan kerja, memiliki tujuan dalam bekerja, dapat mengembangkan potensi diri, serta merasakan bahwa pekerjaan yang dilakukan tersebut bermakna bagi diri.
Menemukan cara untuk menyederhanakan kehidupan kerja pastinya akan berbeda-beda bagi setiap orang. Hal ini juga dipengaruhi oleh jenis pekerjaan dan pemaknaan seseorang terhadap pekerjaan yang dilakukannya. Sebagai gambaran, berikut adalah langkah praktis yang dapat dilakukan untuk menyederhanakan kehidupan kerja, yaitu:
1. Belajar “meraih waktu”
Manfaatkan waktu bekerja dengan optimal dan sebisa mungkin hindari untuk membawa pekerjaan ke rumah. Selain itu, manfaatkan pula waktu akhir pekan untuk menikmati kehidupan personal. Jika mulai merasa jenuh dan stres dengan pekerjaan, maka ambilah jeda sejenak untuk berlibur, sehingga bisa mengembalikan lagi energi dan semangat dalam bekerja. Dengan memiliki strategi pengelolaan waktu tersebut, juga dapat mengembangkan daya berpikir kreatif yang dimiliki.
2. Fokus dan produktif
Pusatkan perhatian pada pekerjaan yang sedang ditangani sehingga mampu menyelesaikan lebih banyak pekerjaan. Terbukalah dengan ide-ide dari lingkungan sekitar yang dapat mempercepat ketuntasan pekerjaan. Hindari menunda pekerjaan, karena akan membuat pekerjaan semakin menumpuk dan akan membuat semangat dalam bekerja semakin menurun. Namun, ketika mulai merasa kewalahan dalam bekerja maka gunakan beberapa menit untuk rehat dan menikmati waktu tenang. Adanya pengendalian stres dan kepuasan kerja secara keseluruhan dapat membantu untuk berpikir lebih efektif.
3. Berhadapan dengan orang lain secara efektif
Melatih diri untuk membuat batasan, dengan menyadari kapasitas diri. Belajar memberanikan diri untuk berkata “tidak” pada hal-hal yang diluar kapasitas diri ataupun dalam menolak melakukan permintaan atau ajakan yang sebenarnya tidak ingin dilakukan. Namun demikian, tetaplah bangun rasa saling menghormati, sopan, dan santun dalam bersikap serta tetap terbuka dalam berkomunikasi. Dengan memiliki batasan tersebut, maka seseorang dapat mempertahankan energi dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan hal-hal penting yang ingin dilakukan.
4. Atur keuangan secara efisien
Pahami batas kemampuan finansial dan belajar untuk hidup sesuai kemampuan. Lakukan perencanaan keuangan dengan mengatur pola konsumsi, simpanan, dan investasi.
Menyederhanakan kehidupan kerja merupakan sebuah proses, sehingga perlu dilatih dan dilakukan secara berkesinambungan. Apa pun pilihannya, mengambil langkah kecil untuk menyederhanakan kehidupan kerja, dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan mental khususnya terkakit dengan kesejahteraan diri, pengembangan kreativitas, mengurangi stress, membangun kegembiraan, dan membuat hidup yang dijalani menjadi lebih bermakna.
Referensi :
- - https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2232/pentingnya-mental-health-awareness-di-lingkungan-kerja
- - James, Elaine St. (2001). Simplify Your Work Life. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- - Sorrel, Jeanne M (2020). Tidying Up: Good for the Aging Brain. Journal of psychosocial, nursing, and mental health services. 2020 Apr 1;58(4):16-18.