LEADERSHIP START FROM ME
David Paulus, M.Psi., Psikolog
“Leadership start from Me”
David Paulus, M.Psi., Psikolog
Psychologist
Dalam setiap pekerjaan, kepemimpinan adalah salah satu kunci penting untuk mencapai keberhasilan organisasi. Berbagai keputusan, perkembangan, dan laju pertumbuhan dalam organisasi memerlukan kepemimpinan. Oleh karena itu, diperlukan sosok pemimpin yang cerdas, untuk dapat mengarahkan individu dengan beragam motivasi dan keyakinan yang mereka miliki sehingga dapat berkontribusi secara optimal. Adanya sosok pemimpin yang cerdas dapat mengarahkan tim untuk mencapai tujuan organisasi dan memberikan outcome yang diharapkan.
Pada dasarnya setiap orang memiliki sifat kepemimpinan di dalam dirinya. Hanya saja level kepemimpinan yang dimiliki berbeda-beda, tergantung dari pengalaman, pengetahuan, dan kesempatan untuk mengasah hal tersebut. Kepemimpinan adalah perilaku dan keterampilan yang dapat dipelajari dan hal ini adalah sebuah proses tanpa akhir untuk terus belajar serta mengakumulasi berbagai pengalaman baru. Sebelum kita memimpin orang lain, hal yang paling utama adalah menjadi pemimpin untuk diri kita sendiri. Tulisan ini ingin mengajak Anda, para Smart Leader, untuk mengenali dan merefleksikan atribut kepemimpinan yang dapat di kembangkan dan dapat membantu Anda untuk menjadi sosok pemimpin yang cerdas.
- Listen, Listen, Listen
Terdapat mindset yang kerap kali masih menjadi keyakinan banyak orang mengenai sosok pemimpin. Sosok pemimpin dinilai sebagai seseorang yang harus memiliki semua jawaban, menjadi ahli, dan pengambil keputusan. Well, hal tersebut tidak sepenuhnya salah. Namun ternyata, terdapat satu keterampilan yang lebih penting untuk menjadi pemimpin yang cerdas. Hal itu adalah mendengarkan. Dengan mendengarkan, kita belajar untuk memahami dan membaca ‘pesan emosional’ yang dikirimkan sehingga dapat memahami pesan dengan jelas, melihat kondisi individu, dan menyesuaikan kapasitas serta beban kerja individu. Kemampuan mendengarkan yang baik dimana Smart Leader menunjukkan kepada orang lain bahwa Anda betul-betul mendengarkan dan memahami mereka sangatlah penting, dan hal ini berharga lebih dari apa yang bisa mereka ucapkan.
- Your body language speak louder
Resonansi pesan dari bahasa tubuh lebih kuat dibandingkan pesan verbal yang disampaikan, sehingga bahasa tubuh menjadi penting untuk dipahami. Smart Leader dapat lebih menyadari bahasa tubuh yang ditampilkan seperti menjaga eye contact, ekspresi wajah, ataupun handshaking gesture. Hal ini berlaku dua arah. Smart leader juga perlu peka untuk memperhatikan sinyal gesture yang dikirimkan orang lain. Selain itu, penting bagi Smart Leader untuk tidak jumping to conclusion dalam memahami bahasa tubuh orang lain, misalnya seperti individu yang melipat tangannya, tidak menjaga eye contact, atau menampilkan ekspresi tegang. Smart Leader dapat melakukan konfirmasi pada hal-hal yang tampil ini untuk mengetahui the reason behind, misalnya individu tersebut sedang sakit, kedinginan, ataupun hal lainnya. Memahami body language merupakan salah satu bagian penting bagi seorang leader untuk menjadi komunikator yang efektif.
- Komunikasi Efektif
Setelah berlatih untuk mendengarkan dan memahami bahasa tubuh, selanjutnya Smart Leader perlu berlatih untuk menyampaikan informasi secara efektif pada anggota tim. Penyampaian informasi dapat dilakukan secara spesifik, to the point, dan jelas sehingga anggota tim dapat memahami maksud dari Smart Leader. Komunikasi yang dibangun bersifat dua arah, sehingga kita pun mendapatkan sudut pandang dan memahami apa yang disampaikan oleh anggota tim. Selain itu, Smart Leader dapat melatih diri untuk menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka seperti apa dan bagaimana guna mendapatkan penjelasan dan sudut pandang yang baru. Gunakan teknik paraphrasing, yaitu mengulang kembali apa yang disampaikan oleh orang lain untuk memastikan pemahaman yang kita miliki sama.
- Feedback
Seringkali individu dengan kapabilitas tinggi bangga atas hasil kerja yang mereka capai, namun di sisi lain mereka juga mengkritik diri berlebihan jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan dan rencana mereka. Oleh karena itu, Smart Leader dapat mengenali usaha-usaha yang sudah anggota tim lakukan dan memberikan feedback, tidak hanya atas hasil akhir pekerjaan mereka namun juga proses dalam mencapai hasil tersebut. Pemberian feedback hendaknya spesifik dan jelas atas kontribusi mereka agar dapat menjadi lebih baik kedepannya. Acknowledgement dan apresiasi atas usaha yang telah mereka lakukan akan memberikan sparkling positif bagi tim Smart Leader untuk mempertahankan motivasi dan memberikan usaha terbaiknya.
- Team engagement
Rutinitas yang padat dan target kerja yang tidak pernah turun seringkali membuat Smart Leader jarang memiliki waktu berhenti sejenak untuk merefleksikan dan mengalokasikan waktu lebih untuk memperhatikan anggota tim secara personal. Fakta menarik menunjukkan bahwa membuat waktu khusus untuk hadir dan terkoneksi dengan anggota tim baik secara individu maupun kelompok dapat semakin meningkatkan motivasi dan pencapaian tim. Hal ini dapat dilakukan dengan cara berbicara mengenai pekerjaan maupun kehidupan secara umum, mengajak makan bersama, melakukan sharing session, komunikasi melalui platform online (bila tidak dapat bertemu secara langsung), dan berbagai kegiatan lainnya. Tentu saja hal ini membutuhkan waktu dan usaha dari Smart Leader, namun proses tidak akan mengkhianati hasil bukan?
- Lead by Example
Sesuatu yang Smart Leader lakukan berpotensi menjadi acuan bagi tim untuk melakukan hal yang sama. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk dapat memberikan contoh dan cara efektif bagi anggota guna memberikan hasil yang optimal. Ketika memimpin tim, Smart Leader tidak hanya mendorong anggota tim namun secara aktif juga menginspirasi dan memberikan contoh kepada anggota tim untuk melakukan hal yang Anda harapkan. Dengan menjadi contoh secara konsisten, Smart Leader akan membangun kepercayaan dan meningkatkan keterlibatan setiap anggota tim.
In a nutshell, kepemimpinan bukanlah suatu aktivitas yang dilakukan sekali dua kali saja, tetapi hal ini membutuhkan latihan terus menerus dan konsistensi dalam menjalaninya. Sekali lagi, ini adalah sebuah proses belajar tanpa akhir untuk terus mengasah kepemimpinan Smart Leader.
‘To be a great leader, you need to start by leading yourself.’