MENEMUKAN KEBERMAKNAAN DALAM BEKERJA
Hesty Novitasari, M.Psi, Psikolog (Psikolog @ruangtumbuh.id)
Menemukan Kebermaknaan Dalam Bekerja
Oleh Hesty Novitasari, M.Psi
Sebuah pekerjaan yang sedang ditekuni pastinya memiliki peran yang penting dalam kehidupan dan mengambil porsi yang cukup besar dalam keseharian. Selain itu, setiap orang pastinya memiliki tujuan yang berbeda-beda dalam bekerja dan menata karirnya. Hal ini tidak terlepas dari latar belakang situasi dan kondisi beragam yang dimiliki setiap orang. Namun, ada satu hal yang perlu diingat bahwa ketika melakukan sebuah pekerjaan dengan senang hati dan bersemangat, maka akan membawa pengaruh positif dalam setiap kegiatan apapun yang sedang dijalani.
Hanya saja, tak dapat dipungkiri bahwa sebagian orang merasa "terpaksa bertahan" dalam menjalani pekerjaannya, yang antara lain dikarenakan besarnya tuntutan tanggung jawab, mengejar kebutuhan yang belum terpenuhi, atau berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup, sehingga merasa tidak memiliki kesempatan untuk melakukan sesuai dengan minat maupun kesukaannya. Semangat dan antusiasme dalam bekerja akhirnya mudah luntur karena tidak adanya nilai kebermaknaan dalam melakukan pekerjaan tersebut. Namun demikian, setelah ditilik lebih dalam, ternyata banyak orang yang kesulitan dalam mengidentifikasi nilai-nilai diri serta kemampuan dan bakat alami dalam menapaki perjalanan karirnya. Oleh karena itu, upaya untuk mengubah dan meningkatkan kehidupan karir secara substansial sangatlah layak untuk dilakukan.
Kebermaknaan dalam menjalani sebuah pekerjaan mengacu pada cara pandang seseorang secara luas terkait dengan pekerjaan yang dilakukan dan merupakan tujuan akhir dalam sebuah pekerjaan. Adanya dorongan untuk berpikir dan berperilaku positif ketika melaksanakan tugasnya menjadi sebuah pengalaman subjektif yang bermakna yang telah dilakukan seseorang dalam kegiatannya, sehingga dapat membangun sebuah kebermaknaan positif (positive meaning) dalam dirinya. Banyak individu yang banyak melalui asam garam dalam pekerjaanya, sehingga dalam bekerja individu tersebut membawa pengalaman serta pandangan dan pemikirannya untuk di jadikan acuan dalam bertindak untuk mendapatkan kebermaknaan bagi dirinya sendiri dan orang yang ada di sekitarnya.
Dilihat dari sisi lainnya, menjadikan sebuah pekerjaan lebih bermakna berkaitan dengan bagaimana seseorang mampu memahami arti pekerjaannya sehingga dapat mempengaruhi arti dan makna pekerjaanya secara luas, misalnya kebermaknaan dalam bekerja melalui rasa aman, bahagia, dan menyenangkan yang didapatkan oleh pekerjaan yang dilakukannya, bukan hanya sekedar mengejar kebutuhan materi namun kepada kebutuhan aktualisasi dirinya sendiri.
Adanya motivasi dalam melakukan kebaikan yang lebih besar dalam menjalani pekerjaannya juga dapat mendorong seseorang dengan memaknai pekerjaannya secara lebih mendalam. Terutama ketika terdapat kesadaran bahwa pekerjaannya memiliki dampak atau pengaruh yang positif terhadap orang lain. Seseorang yang memiliki kebermaknaan dalam bekerja akan menebarkan energi positif bagi lingkungannya melalui semangat, ide-ide baru, dan motivasi bagi lingkungannya. Sehingga dikala terdapat adanya naik turun dalam perjalanan karirnya, maka seseorang tersebut akan lebih fleksibel dalam beradaptasi, bersikap lebih tenang, dan resilien dalam menghadapi tantangan pekerjaan.
Bercermin dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa betapa penting peran nilai-nilai diri dalam menentukan langkah karir dan perjalanan kehidupan kedepannya, seperti ungkapan yang disampaikan oleh Roy Disney bahwa “It's not hard to make decision when you know what your values are”. Artinya, untuk menggugah diri dalam mengidentifikasi nilai-nilai diri dan kebermaknaan dalam bekerja tak bisa muncul begitu saja. Perlu meluangkan waktu dan kesempatan untuk merefleksikannya, tak hanya sekali dua kali, bahkan berkali-kali, karena bisa jadi dalam setiap tahapan kehidupan akan memberikan jawaban yang berbeda. Sebagai panduan untuk memahami nilai-nilai diri dan kebermaknaan dalam kehidupan dan pekerjaan, cobalah untuk bertanya kepada diri sendiri beberapa pertanyaan ini.
1. Apa pengalaman puncak atau hal-hal yang penting dalam hidup maupun dalam pekerjaan yang pernah dilalui?
Luangkan waktu sejenak untuk merenungkan momentum atau pengalaman puncak dalam hidup. Lihatlah kembali hal-hal penting dalam perjalanan karir yang telah dilewati. Tuliskan pula mengapa momentum tersebut penting bagi diri kita. Bayangkan kembali perasaan yang dialami saat berada pada momentum tersebut. Catatlah nilai-nilai dan semangat dari dalam diri yang mendasarinya. Ketika seseorang sudah menyadari betapa bernilai dan berharganya pencapaian tersebut maka akan menumbuhkan rasa keyakinan diri sehingga menjadi jati diri yang sepenuhnya dalam mengekspresikan nilai-nilai diri saat bekerja.
2. Hal atau kegiatan apa yang suka dilakukan di masa kecil?
Setiap orang mengalami masa kecil yang berbeda, yang menjadi pengalaman dan makna yang berbeda dari masa kecil tersebut. Terlepas dari apapun yang dirasakan tentang masa kecil yang dilalui secara keseluruhan, pastinya ada sesuatu yang dapat diambil sebagai sebuah pelajaran. Coba kembali bayangkan di masa lampau, kegiatan apa yang paling disukai sebagai seorang anak. Selain itu, cara lainnya bisa dengan mencoba memikirkan bagaimana pandangan masa kecil Anda terhadap diri Anda saat dewasa. Misalnya, sebagai seorang anak, saya suka menulis catatan keseharian dan saya sangat ingat ketika pertama kali bisa membeli sebuah buku diary menggunakan uang pribadi. Setiap pulang sekolah saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menuliskan pengalaman dan refleksi perasaan yang saya alami di saat itu. Tak disangka, hobi di masa kecil itu menjadi media untuk berlatih refleksi, memupuk kepekaan dan empati dalam memaknai perjalanan permasalahan klien hingga saat ini. Jadi, cobalah menjawab pertanyaan kedua ini, agar dapat menuntun diri untuk menemukan nilai kebermaknaan dalam pekerjaan yang dijalani saat ini.
3. Jika sudah aman secara finansial, maka apa yang akan dilakukan dengan waktu yang ada?
Pertanyaan ini mengajak diri untuk berlatih visualisasi dengan cara yang menyenangkan. Bayangkan diri berada di hari-hari biasa di masa depan yang sudah "aman" secara finansial, maka apa yang sedang dilakukan? dengan siapa? ada di mana?
Pertanyaan-pertanyaan ini membantu memperkuat visi dalam pikiran. Gunakan hal itu untuk menentukan apa yang akan dilakukan jika uang bukan penghalang. Misalnya, jika saya aman secara finansial, maka saya akan berkeliling dunia, mengunjungi negara yang berbeda setiap tahunnya, mempelajari budaya masing-masing negara dan berbicara dengan orang-orang yang tentang karier dan kehidupan mereka, sehingga saya bisa menulis tentang pengalaman dan interaksi tersebut untuk berbagi pengalaman dalam menebarkan kebermanfaatan yang semakin luas.
Merangkum dari tulisan ini, maka kunci untuk menemukan "kebermaknaan" dalam bekerja adalah dengan melakukan suatu pekerjaan yang sejalan dengan nilai - nilai diri, terutama dalam konteks perasaan saat melakukan sesuatu yang benar-benar sangat disukai maupun hal yang memiliki nilai intrinsik secara pribadi. Setiap orang pastinya memiliki nilai dan rasa kebermaknaan yang berbeda dalam memandang sebuah perjalanan karir. Tak lupa pula untuk terus bersyukur atas perjalanan kehidupan yang telah dilalui, seperti halnya yang disampaikan oleh Brian Tracy yang mengatakan bahwa “Develop an attitude of gratitude, and give thanks for everything that happens to you, knowing that every step forward is a step toward achieving something bigger and better than your current situation”.