image_not_found

OBESITAS VS PRODUKTIVITAS

Jauhar Gama Kurniawan (Tim Growth Corner)

Produktivitas kerja memang ditentukan oleh banyak faktor baik dari dalam ataupun dari luar diri manusia. Faktor dari luar diri manusia bisa berupa gaji, disiplin, motivasi, lingkungan kerja, sistem manajemen perusahaan, dan lain-lain. Adapun faktor dari dalam diri manusia antara lain usia, jenis kelamin, riwayat kesehatan dan status gizi. Status gizi yang memiliki kaitan erat dengan berat badan, ternyata merupakan salah satu aspek kesehatan kerja yang memiliki peran penting dalam produktivitas kita.

Apabila kita memiliki berat badan berlebih (obesitas), maka risiko penyakit degeneratif akan meningkat dan dapat mengganggu produktivitas kerja. Berdasarkan studi, obesitas meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung koroner, stroke, diabetes mellitus, hipertensi dan lain-lain. Selain itu, obesitas juga berisiko tinggi mengakibatkan kanker usus besar dan kelenjar prostat untuk laki-laki, serta kanker payudara dan leher rahim untuk wanita, terjadinya sumbatan napas saat tidur, meningkatkan lemak dalam darah dan asam urat, ataupun mengakibatkan penurunan kesuburan reproduksi. Hal ini tentunya mematahkan ungkapan “gemuk tapi sehat” yang seringkali dijadikan pembenaran bagi kita yang tidak mau memprioritaskan penurunan berat badan.

Berdasarkan hasil penelitian, meskipun kita rajin berolahraga risiko penyakit yang dihadapi akan tetap sama selama kita tidak memiliki bobot yang ideal. Karena itulah upaya untuk mendapatkan berat badan ideal melalui tidak hanya olahraga, melainkan juga menjaga keseimbangan asupan kalori dengan aktivitas fisik, tetap merupakan kunci penting untuk hidup sehat dan produktif.

Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa kita saat ini sedang mengalami berat badan berlebih? Sehingga kita perlu berupaya untuk menurunkannya, Ada dua cara untuk mengukur apakah seseorang obesitas atau tidak. Cara tersebut adalah:

1. Indeks Massa Tubuh (IMT)

Indeks massa tubuh adalah ukuran yang digunakan untuk mengetahui status gizi seseorang yang didapatkan dari perbandingan berat dan tinggi badan. Maka dari itu, setiap orang harus menghitung berapa nilai IMT-nya agar tahu status gizi tubuhnya normal atau tidak. Rumus mengukur IMT yaitu = Berat badan (kg) / Tinggi badan (m)2

Hasil dari pengukuran IMT tersebut dikategorikan menjadi:

Underweight : < 18,5

Normal : 18,5 – 24,9

Pre-Obesitas : 25 – 29,9

Obesitas Kelas 1 : 30 – 34,9

Obesitas Kelas 2 : 35 – 39,9

Obesitas Kelas 3 : > 40

2. Lingkar Perut

Cara kedua yang dapat dilakukan untuk mengukur obesitas adalah dengan mengukur lingkar perut. Lingkar perut untuk laki-laki yang mengalami kelebihan berat badan adalah lebih dari 90 cm. Pada perempuan, lingkar perut yang menandakan bahwa perempuan tersebut mengalami kelebihan adalah lingkar perut lebih dari 80 cm

Nah, apabila salah satu atau bahkan kedua indikator tersebut menunjukkan bahwa kita mengalami obesitas, maka ada baiknya apabila kita meluangkan waktu dan memprioritaskan upaya untuk menurunkan berat badan kita , agar produktivitas kita menjadi lebih baik lagi

Selamat Bertumbuh…