image_not_found

SELF CARE, SELF LOVE

Fera Khairina (Tim Growth Corner)

Self care dan self love adalah dua hal yang berbeda lho! Kalau self care itu lebih menggambarkan perawatan diri secara fisik dan mental, sedangkan self love itu lebih pada menumbuhkan penerimaan terhadap diri sendiri. Meski berbeda, self care dan self love tetap sama pentingnya dan keduanya diperlukan untuk kesehatan mental kita. Yuk, kita kenali lebih dalam apa itu self care dan self love.

Apa itu self love?

Menurut Deborah Khoshaba Psy.D, self love merupakan suatu apresiasi terhadap diri sendiri yang bersifat dinamis, yang tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis, dan spiritual kita. Tindakan yang membuat kita dewasa (Psychology Today, 2012). Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara jujur dengan diri sendiri mengenai kekurangan serta kekuatan yang kita miliki dan juga menjadi diri sendiri.

Dan apa itu self care?

Menurut Helen L. Coons, psikolog kesehatan klinis, self care dapat dikatakan tindakan untuk fisik, emosi, relasi, dan mungkin juga profesional, edukasi, untuk beberapa orang, kesejahteraan spiritual yang mencerminkan cara kita menjaga diri kita sendiri pada tingkat yang paling mendasar. Intinya, self care adalah melakukan perawatan untuk diri kita sendiri dengan cara melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk diri kita.

Tapi banyak orang yang menganggap kalau perilaku self care atau self love ini adalah suatu bentuk keegoisan seseorang. Pemikiran seperti ini tentunya salah. Memikirkan keluarga, teman, rekan kerja itu benar adanya, tetapi diri kitapun butuh perawatan dan perhatian juga. Terkadang jika terlalu memikirkan orang lain, kita sampai lupa dengan diri kita hingga tidak mengenali diri sendiri.

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan untuk bisa mencintai diri sendiri? Berikut cara menerapkannya :

1. Memaafkan kesalahan

Setiap orang dapat melakukan kesalahan dan semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Jika kita melakukan hal yang tidak seharusnya atau telah salah mengambil langkah, dengan kita menyadari kesalahan yang telah kita perbuat dan memaafkannya, maka kita sudah menerapkan self love. Kita dapat berdamai dengan diri sendiri setelah kita memaafkan kesalahan kita. Hanya saja tetap disertai dengan usaha memperbaiki diri agar tidak terulang di masa yang akan datang.

2. Me time!

Sering kali kita mendengar kata me time, kita melakukan sesuatu yang kita sukai. Misalnya ke salon, menonton bioskop atau makan di luar. Jadi, konsep self care salah satunya bisa dengan cara melakukan hal-hal yang menyenangkan untuk diri sendiri yaitu me time. Nah, meskipun sendirian bukan berarti kesepian, me time diperlukan untuk bisa merasakan kesenangan batin. Dengan cara me time ini kita dapat membuang energi negatif yang ada pada dalam diri kita. Jadi selain istirahat setelah bekerja, jangan lupa untuk melakukan hal yang menyenangkan juga untuk diri sendiri yaa

3. Menjauhkan orang-orang yang membawa pengaruh buruk.

Lebih baik kelilingi dirimu dengan teman-teman yang positif dan dapat membuatmu berkembang. Misalnya, dengan orang-orang yang memiliki wawasan yang luas dan memiliki skill yang bisa kamu pelajari.

4. Jalani hidup yang sehat

Menjalani kehidupan yang sehat juga perilaku self care, misalnya dengan asupan makanan yang sehat, olahraga yang teratur, dan tidur yang cukup.

Selain tips-tips tersebut kamu juga dapat melakukan apresiasi kepada diri kamu sendiri. Ini adalah bentuk terimakasih pada diri sendiri serta dapat menyemangati diri untuk melakukan hal-hal yang lebih baik lagi.

“to fall in love with yourself is the first secret to happiness.” – Robert Morely

Menghindari orang-orang yang memiliki pengaruh buruk atau toxic people itu juga sangat penting untuk diri kita dan juga untuk kesehatan mental kita loh. Mungkin ada diantara kita yang memiliki teman atau orang-orang di lingkungannya yang sering berperilaku negatif seperti membicarakan teman sendiri, tidak supportif, serta mengajak hal-hal negatif yang merugikan diri kita.

Batasi interaksi dengan orang-orang yang menurutmu membawa pengaruh buruk seperti ini. Jika kita memiliki teman yang seperti ini, tidak perlu menjelek-jelekkan orang tersebut, kita cukup bersikap netral. Bersikaplah sewajarnya dan tidak perlu membuat konflik karena memutuskan pertemanan juga bukan pilihan yang bijak.

Selamat Bertumbuh…

Sumber :

Halodoc : pentingnya self care untuk kesehatan mental, 2020 Psychology Today