image_not_found

SENI LEBIH PRODUKTIF DAN EFEKTIF

Citra Hati Leometa, M.Psi, Psikolog (ruangtumbuh.id)

Smart Work, Less Hard: Seni Lebih Produktif Dan Efektif

 

Oleh Citra Hati Leometa, M.Psi, Psi

 

Kehidupan semakin hari semakin komplek, terutama kehidupan di kota-kota besar dengan hiruk pikur mobilitas yang membuat pekerjaan dan target tidak bisa terhambat oleh hal-hal yang tidak terduga seperti kemacetan, kondisi tidak terduga, urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan dan lainnya. Padahal waktu memiliki batas, ada deadline yang tidak terhindarkan dan tuntutan lain yang menunggu untuk dikerjakan. Mungkinkah semua tuntutan dan urusan dapat kita selesaikan semua, namun tidak membuat kita merasa stres, terbebani, lelah dan masih bisa meluangkan waktu untuk keluarga maupun diri sendiri.

 

Charles Duhigg, dalam bukunya Smarter Faster Better (Mengubah sibuk menjadi produktif) menjelaskan konsep dan teknik untuk meningkatkan produktivitas dengan lebih efektif. Ia menjelaskan bahwa Produktif adalah cara menyelesaikan berbagai hal tanpa mengorbankan segala sesuatu yang kita sayangi. Menjadi produktif juga berarti kita melakukan cara terefektif untuk menggunakan energi, kecerdasan dan waktu kita agar kita mendapatkan sesuatu yang paling bermakna dengan usaha yang paling minim dan tidak sia-sia. Dengan mempelajari seni lebih produktif, kita dapat menyelesaikan semua tuntutan dan urusan dengan lebih minim stres dan tidak lagi merasakan kelelahan. Menurut Charles Duhigg, ada delapan gagasan agar manusia lebih produktif dan efektif. Dimana ide dasar dari gagasan tersebut bahwa produktivitas bukan tentang bekerja lebih banyak, bercucuran keringat atau lebih lama dibelakang meja, tapi membuat pilihan-pilihan tertentu dengan cara tertentu. Berikut ini adalah delapan gagasan lebih produktif dari Charles Duhigg :

 

  1. Motivasi 

Motivasi – Menurut Duhigg, motivasi adalah keterampilan, motivasi dapat dipelajari dan diasah. Kunci dari motivasi adalah kita memiliki pilihan, kendali, kontrol dan kewenangan atas tindakan yang akan kita lakukan, kemudian direalisasikan dalam membuat keputusan dan tindakan yang bermakna bagi diri kita. Sekecil apapun keputusan yang dibuat, akan memberi validasi bahwa diri kita memiliki kendali akan situasi atau masalah yang kita hadapi. Selanjutnya berdasarkan penelitian orang yang memiliki motivasi baik adalah orang yang memiliki locus of control internal. Dimana mereka percaya bahwa pusat kendali atas usaha yang ia lakukan untuk mengatasi tuntutan atau masalah, ditentukan oleh dirinya, bukan oleh sesuatu diluar dirinya. Perlu diingat juga bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia, ada yang bisa kendalikan oleh manusia (penyelesaian atau strategi dalam masalah dan lainnya) dan ada yang tidak bisa dikenalikan oleh manusia (bencana alam, kematian dan lainnya), sehingga kita pun perlu tetap cermat dan seimbang dalam memahaminya dan kemudian mengambil kendali untuk mengatasinya.

 

  1. Tim

Tim -  Ibarat rumah, teman kerja merupakan “partner hidup” di kantor, sebagai teman hidup, kita berharap mampu menyelesaikan masalah bersama dan mampu berbahagia bersama. Ketika berbagi hidup bersama, kita sangat berharap menemukan kedamaian dan keamanan bersama dengan pasangan, begitu juga ketika menjalankan dan berbagi hidup ditempat kerja. Menurut Duhigg kebahagian dan keamanan bersama dapat dicapai dengan menciptakan “Keamanan Psikologis”. Keamanan Psikologis adalah kepercayan bersama yang dipegang, bahwa tim merupakan tempat aman untuk mengambil resiko dan tim tidak akan mempermalukan, menolak, ataupun menghukum karena anggotanya berbicara. Tim dengan keamanan psikologis memiliki kepercayaan antarpribadi yang tinggi, saling menghormati dan merasa nyaman menjadi diri sendiri. Kunci dari keamanan psikologis dalam tim adalah bekerja sama, mendengarkan, empati, saling percaya, saling mengendalikan konflik dan saling menjaga perasaan. 

 

  1. Fokus

Fokus – Menjaga fokus perhatian, terkadang bukanlah hal yang mudah, apalagi dengan kemudahan otomatisasi pada saat ini membuat diri kita bisa lengah akan apa yang seharusnya menjadi fokus perhatian kita. Situasi cemas, panik dan darurat dapat membuyarkan fokus kita, padahal kemampuan untuk tetap fokus ketika menghadapi kondisi darurat terjadi sangatlah diperlukan. Oleh sebab itu cobalah setiap hari membuat skenario untuk merencanakan kegiatan hari tersebut atau membuat skenario dalam menyelesaikan suatu masalah. Usahakan untuk tetap fokus pada skenario yang sudah kita buat dan mengabaikan hal lain yang tidak sesuai dengan skenario, merupakan salah satu usaha untuk memfokuskan diri.   

 

  1. Menentukan Tujuan 

Tujuan – Tujuan adalah suatu hal yang mampu memotivasi kita untuk terus dapat meraihnya, namun  terkadang kita terjebak pada tujuan yang tidak memotivasi diri karena tujuan yang dibuat terlalu mudah, abstrak dan kurang jelas. Tujuan manusia tidak selalu sederhana dan pasti akan terus berkembang, namun sekomplek apapun tujuan manusia akan lebih memotivasi dirinya bila tujuan itu spesifik, mudah diukur, akan tercapai karena realistis dan alokasi waktunya terencana dengan tepat atau SMART. Mulailah dengan membuat tujuan-tujuan secara spesifik dan pecah tujuan-tujuan besar kedalam tujuan-tujuan lebih sederhana, sehingga mudah untuk mengukur ketercapaian, menentukan tindakan yang akan dilakukan dan alokasi waktunya.

 

  1. Mengelola Orang Lain

Mengelola – Budaya organisai mempengaruhi persepsi dan tindakan para karyawan dalam bekerja. Budaya oraganisasi yang menciptakan “keamanan psikologis”, jauh dapat membuat karyawannya berkomitmen dalam pekerjaanya. Selain itu penting juga menumbuhkan kesadaran bahwa setiap karyawaman memberikan peranan penting dalam keberlangsuangan perusahaan atau organisasi. Hingga akhinya semua karyawan di perusahan atau organisasi menyadari bahwa mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu bekerja sama demi keberlangsungan perusahaan atau organisasi yang lebih efektif dan produktif.

 

  1. Membuat Keputusan 

Keputusan – Mangambil keputusan, tanpa disadari kita lakukan setiap hari. Namun apakah keputusan yang kita ambil sudah memberikan sumbangan potensial untuk masa depan kita?. Tentunya apabila kita memiliki tujuan, pengambilan keputusan bisa disesuaikan dengan tahapan rancangan SMART. Namun apabila belum memiliki rancangan SMART, mulailah degan mempertimbangakan berbagai macam sekenario yang mungkin terjadi dan mempertimangkan semua resikonya. Kemudian pilihlah keputusan yang memiliki resiko yang paling memungkinkan untuk ditangani oleh kita. Pada saat kita dituntut untuk mengambil keputusan dalam waktu singkat, pada saat itu kita dapat mengandalkan naluri dalam mengarahkan pengambilan keputusan. Biasanya naluri akan mendapatkan arahkan dari pengalaman, nilai, kebiasaan dan informasi yang sudah ada didalam diri, namun tetap dengarkan naluri dengan tenang.   

 

  1. Inovasi

Inovasi – Masalah, kreativitas dan orisinalitas dapat melahirkan inovasi. Inovasi tidak selalu dari sesuatu kreativitas yang benar-benar baru, tapi dapat berupa kreativitas dari penanganan masalah sebelumnya yang dirasa belum tepat dan efektif. Inovasi juga dapat berupa penerapan dari suatu konsep dan teori guna mengatasi masalah yang kita hadapi dalam kehidupan. Adanya permasalahan yang dihadapi menjadi peluang untuk mengembangkan inovasi dalam mengatasinya. Pekalah terhadapa pengalaman dan kumpulkanlah informasi maupun ilmu pengetahuan dari berbagai bidang, guna menemukan inovasi yang lebih efektif, integratif dan mampu meningkatkan produktivitas.  

 

  1. Menyerap Data 

Data – Belajar untuk menyelesaikan masalah berbasis data, sagatlah penting agar dapat memecahkan masalah secara objektif. Dunia dapat memberikan data yang begitu beragam, namun tidak semua data yang kita temuakan adalah data yang penting untuk kehidupan kita. Bila data terlalu komplek, pecahlah data tersebut secara sistematis dalam kelompok-kelompok data yang mudah dipahami, misalkan dengan cara menulis data tersebut dengan berbagai metode (membuat grafik, gambar, mind map) untuk dapat memudahkan untuk memahami dan merangkum data yang kompleks untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan yang efektif dan produktif.