image_not_found

TO GRIEF AND TO HEAL

Citra Hati Leometa, M.Psi, Psikolog (ruangtumbuh.id)

Kehilangan adalah salah satu peristiwa yang umumnya identik diasosiasikan dengan kematian, yang seringkali menimbulkan perasaan ketidak nyamanan dan tidak menyenangkan pada diri kita. Namun sebetulnya kehilangan bukan saja terjadi akibat meninggalnya orang yang kita kenal atau kita sayangi, melainkan juga dapat diakibatkan hal-hal yang sederhana seperti kehilangan uang dan barang.

Semakin berarti sesuatu hal, biasanya efek ketidaknyamanan yang ditimbulkan akan semakin berat. Tidak jarang hal tersebut menyebabkan kita menjadi menarik diri dari lingkungan, menangis tanpa sebab, sulit berkonsentrasi, ataupun tidak bisa fokus dan akhirnya mengganggu keberfungsian hidup kita sehari-hari, bahkan terkadang sampai memicu pikiran untuk mengakhiri hidup.

Kita perlu menyadari bahwa kehilangan dan berduka merupakan siklus alami yang harus kita jalani atas konsekuensi kepemilikan ataupun pertemuan kita dengan seseorang. Bahkan bila kita menyangkal bahwa kita sedang berduka atau berduka dengan cara berlebihan, malah akan membuat proses berduka semakin sulit untuk dilalui.

Secara umum, terdapat lima tahapan dari berduka, yaitu :

Denial, kaget & tidak percaya terhadap peristiwa kehilangan.

Anger, biasanya diekspresikan terhadap Tuhan, keluarga, teman atau layanan kesehatan.

Bargaining, terjadi ketika seseorang meminta Tuhan untuk menunda waktu atas kehilangan atau berduka

Depression, terjadi ketika kesadaran tentang kehilangan semakin dirasakan dan nyata rasanya

Acceptance, ketika seseorang memperlihatkan bahwa dirinya sudah menerima kehilangan

Meskipun demikian, tidak ada waktu yang pasti kapan berduka bisa dihilangkan atau diatasi karena setiap orang berbeda-beda dalam berduka. Begitu juga reaksi ketika berduka, tidak semua orang ketika berduka mampu untuk menangis dan ada juga yang menunjukan bahwa dirinya berduka dengan menangis. Menangis ketika berduka bukan berarti bahwa dirinya lemah, namun tidak perlu juga berpura-pura menangis bila itu bukan cara kita bereaksi ketika berduka.

Berdasarkan penelitian memang ada cara yang berbeda dalam mengekspresikan emosi berduka antara wanita dan pria, dimana perbedaan tersebut sebagai berikut :

Wanita

1. Perasaan muncul lebih awal setelah kehilangan

2. Mencari dukungan sosial

3. Lebih banyak mengekspresikan kesedihan, depresi, dan rasa bersalah

4. Lebih bersedia untuk berbicara tentang kehilangan

Pria

1. Berusaha mengontrol rasa berduka

2. Mencoba mencari alasan yang rasional atas emosi yang dirasakan

3. Lebih mengidentifikasi rasa berduka mereka dengan marah, takut, dan kehilangan

4. Banyak penyangkalan dan Menyimpan kesedihan sendiri

Kita juga perlu menyadari bahwa menangani kedukaan dengan cara mencoba untuk melupakan, mengacuhkan dan menyangkal emosi alami akibat berduka dapat membuat keadaan menjadi lebih buruk.

Penerimaan atau acceptance bukalah akhir dari berduka dan bukan berarti setelah menerima kita akan terbebas dari rasa kehilangan dan berduka. Perlu diingat bahwa kita tidak perlu merasa kehilangan dan berduka dengan perasaan yang sakit karena tujuan berduka bukan untuk merasakan sakit, namun agar kita dapat mengingat dengan rasa cinta. Oleh sebab itu kita perlu berdamai dengan kenangan dan proses berduka yang bagi setiap individu sangatlah pribadi serta dimaknai dan diekspresikan dengan cara yang berbeda.

Bagi beberapa orang membicarakan kehilangan dengan orang lain mungkin membantu dan menemukan kenyamanan dalam kenangan yang indah. Ada yang secara alami mudah melewati masa kehilangan dan berduka, hanya memerlukan bantuan teman, keluarga dan ada juga yang memerlukan penanganan Profesional untuk mengatasinya.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk meredakan ketidaknyamanan akibat kehilangan :

- Membuat jurnal

- Makan dengan baik dan sehat

- Berolah raga

- Istirahat yang cukup

- Membaca dan mempelajari menangani kehilangan & berduka

- Mencari ritual yang menenangkan

- Menghindari perubahan besar dalam tempat tinggal, pekerjaan, atau status perkawinan

- Menyadari emosi yang dirasakan & tidak menyangkalnya

- Terapi dengan psikolog atau ahli kesehatan mental berlisensi lainnya, jika diperlukan

- Mencari penghiburan dalam komunitas

Adapun sisi positif yang bisa kita maknai ketika kita kehilangan orang yang kita sayangi adalah :

- Menyadari bahwa hal yang kita miliki adalah titipan & suatu saat akan kembali

- Lebih baik bersiap untuk menghadapi kehilangan

- Menyadari bahwa untuk menggunakan waktu lebih bermakna dengan siapapun dan dengan apapun

- Menghargai keberadaan orang yang kita sayangi pada saat masih bisa bersama atau menghargai yang kita miliki

- Meningkatkan dukungan sosial yang kita miliki

- Kehilangan hanya peristiwa, namun yang berat adalah mengenangnya

- Berdamailah dengan kenangan

Pada akhirnya, kita memang tidak pernah bisa memilih pengalaman dan memori yang akan kita akan simpan didalam kepala kita, namun setiap peristiwa seperti kehilangan pasti memiliki sisi positif dan negatif yang akan membuat kita lebih dewasa dan mampu mengembangakan strategi lebih baik lagi dalam mengatasi ketidaknyamanan yang kita rasakan dalam hidup. Hal ini penting dipahami agar hidup kita dapat terus berfungsi dan kita dapat terus berkembang sebagai individu yang lebih baik, seberat apapun ujian yang kita hadapi.

Selamat Bertumbuh…

Referensi :

- Taylor, S. E., (2012). Health Psychology, 8th Ed. NY : McGraw-Hill

- Grief (https://kidshealth.org/en/teens/someone-died.html)

- Grief (https://www.psychologytoday.com/us/basics/grief)